1. Terlalu lama menggunakan rem tangan saat parkir
Rem tangan bekerja dengan menekan kampas ke tromol atau cakram belakang agar mobil tidak bergerak. Jika dibiarkan aktif terlalu lama, kampas bisa lengket pada permukaan tromol dan berpotensi lepas dari dudukannya.
Risiko ini makin besar bila rem terakhir digunakan dalam kondisi basah. Jika dipaksa jalan, mobil bisa mengalami kerusakan pada sistem rem dan membahayakan pengendara. Untuk parkir dalam waktu lama (seminggu atau lebih), sebaiknya gunakan balok atau tire stopper sebagai pengganjal ban.
2. Mengandalkan rem secara berlebihan di turunan
Banyak pengemudi tidak sadar sering hanya mengandalkan pedal rem untuk menurunkan kecepatan di jalan menurun panjang dan curam. Kebiasaan ini bisa menyebabkan overheating karena gesekan berlebihan antara kampas dan cakram, sehingga rem berpotensi blong.
3. Injak rem dan kopling secara bersamaan pada mobil manual
Masih banyak pengemudi mobil manual yang terbiasa menekan pedal rem bersamaan dengan kopling untuk memperlambat laju kendaraan. Padahal, cara ini tidak selalu tepat. Saat kopling ditekan, tenaga mesin ke roda terputus sehingga mobil kehilangan bantuan pengereman dari mesin. Akibatnya, kontrol kendaraan berkurang, terutama pada kecepatan tinggi.